ku duduk di sofa merah, lalu ku tatap salah satu bingkai foto yang terletak dimeja berwarna coklat tua itu
bibir ku tersenyum ketika melihat foto itu..
ku ambil bingkai foto itu, lalu ku usap foto itu seolah aku sedang mengusap wajah seseorang..
tetes demi tetes air mata jatuh di pipi ku..
aku teringat akan seorang Ibu.. ya dialah Ibu ku yang ada di bingkai foto itu
yang biasa ku panggil Mamah..
andai aku bisa memutar ulang kembali waktu..
aku ingin beliau ada disisi ku
aku ingin beliau melihatku ketika aku sukses nanti
karna aku ingin melihat senyum bahagia nya..
beliau adalah sosok Ibu yang tidak banyak menuntut kepada anak-anaknya..
beliau orang yang sangat baik
beliau pergi ketika aku belum siap untuk melepaskannya..
aku masih ingin berada disampingnya..
memeluk dirinya, menciup pipi dan keningnya
memakan masakkan yang beliau buat
menangis karna diomeli olehnya
mengadu ketika aku terluka oleh seseorang..
"semua tentang dirinya sudah menjadi kenangan..
selamat tinggal, Mah..
sampai ketemu disurga sana, Mah.."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar